martedì, maggio 10, 2005

Dinda Yang Satu

dalam keheningan malam,
dalam kekalutan kota,
sekilas pandang celikan mata,
kutangkap wajah embun permata,
pabila sejuk berubah suam,
terungkaplah senyuman salam
dinda yang satu

dalam terangan bayang,
dalam bayangan cerah,
mulanya kita berwayang,
suka menjadi sayang,
perit bertukar parah,
tersimpulnya kelembutan pasrah
dinda yang satu

dalam gamelan emosi,
dalam gambaran sendiri,
sempurna sudut dan sisi
secocok kuku dan isi,
lemasnya kanda dalam puisi
lubuk kedalaman kasih,
dinda yang satu

dalam kelajuan masa,
dalam kelekaan manusia,
tenggelamlah kita berdua,
berlalu begitu sahaja
kisah cinta sementara,
setidak-tidaknya pernah bersama,
pernah mengenal erti gembira,
pernah kanda mendengar suara
gadis bergelar irama,
dinda yang satu.


-Saturday, 23rd April 2005

One Eye Open

For those who are never asleep;
pity them!
for they have no rest,

for those who are never awake;
pity them!
for they know too little,

but for those who are neither nor;
pity them a thousand times more!
for theirs is a fate of eternal thought
forever in faith,
forever in flaw.


(circa Autumn 2002, date unknown)